Oleh: Nelliya Ummu Zahra
(Pegiat Literasi dan Member AMK)

Nafas semakin sesak, suara semakin tercekat. Kabut asap menimbulkan dampak yang serius bagi kesehatan.
Bencana ini bukan hanya terjadi pada tahun ini saja, tetapi setiap musim kemarau kabut asap   mendera negeri ini tanpa solusi tuntas setiap tahunnya.
Ditandai dengan pembakaran hutan yang besar-besaran dan hujan yang tidak kunjung turun menambah penderitaan masyarakat yang dimana mereka merasakan langsung dampak kabut asap ini.
Beberapa provinsi di indonesia yang terpapar lansung kabut asap seperti: provinsi Jambi, Sumatra Selatan, Riau, Kalimantan  Barat, Kalimantan Tengah, Selatan dan lainnya.

Untuk provinsiJambi sendiri kabut asap kian tebal dan pekat. Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Barat menyatakan sebanyak 7000 warga yang sudah terserang  infeksi saluran pernapasan akut(ISPA). (Gatra.com 12/0912019).

Anak-anak Sekolah Dasar pun menjadi terganggu aktivitas belajarnya dikarenakan asap yang pekat. Akibatnya sekolah diliburkan.

Ini sudah menjadi suatu bencana yang butuh penanganan segera dan urgen. Sudah seharusnya  sebagai pemimpin negeri ini untuk segera mengambil tindakan yang cepat dan tepat untuk menanggulangi bencana yang sudah menelan korban jiwa.
Disinilah peran pemimpin sangat dibutuhkan.
Lihatlah rakyat yang sudah sangat menderita atas bencana kabut asap. Pemimpin adalah pengurus umat dan ra'in(penjaga).

Kabut asap bukan murni faktor alam saja, tetapi juga disebabkan ulah manusia. Pengusaha atau para kapitas yang ingin membuka lahan agar cepat dan hemat dengan cara membakar hutan. Padahal dampak dari apa yang mereka lakukan justru dirasakan oleh banyak orang.

Sayangnya pemimpin negeri ini terkesan abai dengan para pelaku yang jelas-jelas sudah membuat kerusakan dimuka bumi ini. Terbukti, dengan tebang pilih terhadap para pelaku pembakaran hutan. Para pengusaha yang jelas-jelas dibelakang ini malah tidak ditangkap atau ditindak  dengan hukum pidana atau perdata.

Penguasa lebih berpihak kepada para kapital, sehingga rela mengorbankan rakyatnya sendiri.

Abainya pemerintah ini membuat umat semakin sadar bahwa sistem saat ini tidak bisa memberikan solusi apa pun atas permasalahan yang dihadapi.

Wallahu a'lam.


 
Top