Oleh : Sumiyah Ummi Hanifah.

(Member Akademi Menulis Kreatif)


Ketika yang dibantai  adalah orang-orang yang tinggal di ujung dunia, engkau diam dan berdalih bukan urusan saya.

Kini yang dibantai adalah orang-orang yang tinggal dalam jangkauan mata dan jarak tempuhnya hanya sekilas saja.

Dan mereka berada di bawah "naungan"mu pula.

Apakah engkau akan tetap diam seribu bahasa ?

Karena menurutmu hal itu sudah biasa.

Malah katamu, "mungkin itu hanya hoax saja"

Sikap seperti itu,  yang membuat kami menjadi geregetan tak karuan.

Melihat tingkahmu yang kurang berkesan.

Wahai Tuan !

Kami mohon dengarkanlah   jeritan Pilu dari Tanah Papua !

Tolong buka sedikit hati nuranimu, Wahai "Satria" !

Sekali lagi dengarkan mereka yang memekik kesakitan karena kulit tubuhnya  dibakar oleh para durjana !

Keras terdengar suara gemuruh api yang melalap rumah-rumah mereka, apakah  terdengar di telingamu, Duhai Raja ?

Ada bayi tak berdosa yang dianiaya, bersama  keluarganya menanggung siksa.

Kami disini mendengar dengan jelas, suara tembakan-tembakan brutal oleh kaum terlaknat !

Adakah engkau mendengar pula, Wahai Penguasa ?

Atau mungkin engkau malah tidak tahu apa-apa ?

Karena engkau di Istana sedang sibuk  bersepeda ria.

Ooh Baginda !

Tolong lihatlah mereka !

Sudah banyak wargamu yang tak bernyawa.

Darah mengucur di sekujur tubuh mereka, terkena tebasan parang dengan semena-mena.

Dibakar hidup-hidup tanpa rasa iba.

Mereka diusir dengan hina dina.

Wahai Yang "Mulia"!

Apakah untuk menolong itu harus menunggu dibuatkan data-data ?

Atau akan dibiarkan saja,  menunggu instruksi Sang Dewan Dunia ?

Sampai rakyatmu "ludes" semua ?

Atau engkau sedang menanti datangnya  Malaikat-malaikat tanpa sayap turun kesana ?

Dan ketika itu pertolonganmu sudah tidak berguna, Duhai Raja !

Karena telah habis waktunya dan "KADALUARSA".

Bergeraklah cepat sebelum terlambat !

Tulisan ini sekedar nasihat Untukmu Wahai Pejabat.

Kami do'akan agar engkau bisa menjadi-jadi Orang Hebat.

Semoga ada manfaat.

(Aamiin)


~~~~~


Pray for Papua.
 
Top