By: Fatimah (Member Akademi Menulis Kreatif)

Asap merupakan salah satu alat komunikasi kuno yang dulu digunakan oleh manusia. Secara umum sinyal asap digunakan untuk mengirimkan berita, sinyal bahaya, sebagai
tanda darurat atau mengumpulkan orang banyak ke suatu tempat. Serta untuk mengirimkan suatu pesan rahasia kepada teman ataupun lawan.

Saat ini di abad 21 sudah menjangkau antara negara bukan saja antar teman seperti asap rokok. Setidaknya ada 2.459 sekolah di Malaysia menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar akibat kondisi udara yang kian buruk. Tak ayal, hal ini berdampak pada hampir dua juta siswa.[Kamis, 19 September 2019, merdeka.com]

 "Seperti yang terjadi pada tahun 2015, kami akan mempertimbangkan untuk menutup sekolah ketika perkiraan kualitas udara untuk hari berikutnya 'berbahaya'," kata pihak Kementerian Pendidikan Singapura seperti dilansir oleh media setempat, channelnewsasia, [Senin,16/9/2019, detikNews]. Bukan saja jangkauannya  lagi antara teman atau daerah. Namun, dampak yang dihasilkan bahkan bisa merenggut nyawa seseorang.

Pembakaran hutan yang marak terjadi bahkan perusahaan terlibat didalamnya sehingga asap pun tak kunjung menghilang. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel 10 perusahaan yang diduga membakar hutan dan lahan di Riau. Perusahaan itu tersebar di beberapa wilayah.

"Penyegelan mulai dilakukan pagi tadi. Tim mulai bergerak pagi tadi dan masih akan melakukan penindakan esok hari," kata Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani usai rapat koordinasi penanggulangan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau, (Sabtu, 14 September 2019). Sepuluh perusahaan itu di antaranya PT TKWL, PT RAP, PT SLL, PT GSM, PT AP, PT TI. Mereka, sambung Rasio, saat ini dalam proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut. [Saptu, 14 September 2019, medcom.id]

Suatu negara memiliki aturan yang mampu membuat rakyatnya sejahtera. Tidak lagi menunggu banyaknya korban bergelimpangan sehingga pengurusan negara benar-benar menyasar pada setiap kebutuhan individu rakyatnya.

Tapi, tidak jika aturannya berasal dari manusia. Dengan standar segala sesuatunya manfaat tak lagi melihat rakyat dirugikan sehingga menjadi korban dari kebengisan penguasa. Termasuk dalam penanganan kebakaran hutan yang saat ini sedang terjadi, pemerintah terkesan abai meski korban semakin bertambah. Tentu sangat berbeda. Ketika pemerintah menggunakan standar aturan berdasarkan Syariat Islam.

Abainya terhadap aturan Syariat Islam akar dari segala permasalahan yang menerpa negeri ini. Aturan kepemilikan umum salah satunya hutan menjadi  pendapatan negara yang wajib dikelola dan hasilnya sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyatnya. Bukan dikelola oleh individu serta swasta yang tentu keuntungannya  dirasakan  hanya oleh segelintir orang.

Berharap masalah asap akan terselesaikan dalam kondisi saat ini. Dengan segala aturan yang berasal dari manusia. Maka yang ada hanya hisapan jempol semata. Sehingga kerusakan sudah tampak jelas karena ulah tangan-tangan manusia yang tak bertanggung jawab
Firman Allah Swt:
"Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan akibat perbuatan tangan manusia, supaya Allâh merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)" [ar-Rûm/30:41].

Hanya kembali kepada Syari'at Islam secara menyeluruh solusi dari akar permasalahan yang menimpa negara. Saatnya kita kembali menuju jalan kebangkitan Islam. Menjadikan aqidah Islam sebagai pondasi kokoh bagi setiap individu muslim dan negara. Sehingga aturan_Nya bisa diterapkan dalam tatanan negara dan rahmat dan keberkahan_Nya bisa kita rasakan baik muslim maupun non muslim.
Sebagaimana Firman Allah Swt:

"Dan jika penduduk negeri beriman dan bertaqwa ( kepada Allah sesungguhnya Kami ( Allah ) bukakan kepada mereka ( pintu-pintu ) berkah dari langit dan bumi; Tetapi mereka mendustakan ( ayat-ayat Kami ), maka Kaminsiksa mereka lantaran apa yang telah mereka kerjahan.” ( Qs. Al-A’raf: 96).

Pentingnya membentuk kesadaran diri akan memahami Islam kaffah, hingga terbentuk kesadaran dan kepribadian Islam yang terikat dengan segala ketetapan_Nya. Dan terealisasi sikap menjalankan perintah dan menjauhi segala larangan_Nya secara keseluruhan dalam tatanan Negara.

 Waulahu a'lam bi shashawab.
 
Top