By Nelliya Azzahra

Greysa tengah menikmati senja dari balkon rumahnya. Sesekali Greysa memejamkan mata, merasakan angin menyapa kulit wajahnya. Dari tempatnya berdiri sekarang dia bisa dengan jelas melihat indahnya cakrawala di waktu senja.

Karena keasyikan Greysa tidak sadar jika ada seseorang yang berjalan mendekat ke arahnya. Greysa merasakan sesuatu melingkari pinggang rampingnya, saat dia sadar sebuah bisikan dari belakang membuat menoleh menghadapkan wajahnya di depan lelaki itu.

Sekarang Greysa bisa melihat dengan jelas garis wajah suaminya. Wajahnya sempurna ciptaan yang Maha Kuasa. Lalu tangan Greysa terangkat untuk menyentuk hidung bangir, turun ke bibir yang tidak pernah tersentuh rokok sekalipun. Lama tangannya berhenti disana. Ada gelenyar tak biasa kala manik hitam mereka bertemu.

Walaupun sudah halal, Greysa masih merasa malu dan sungkan jika berdekatan seperti ini.

"Assalamualaikum, ya Humaira ...!"

Mendengar kata seperti itu saja sudah membuat Greysa tersipu. Rona merah di pipinya tidak dapat disembunyikan lagi.

"Pipi mu merah" bisiknya.

"Walaikumsalam. Baru pulang, ya. Aku tidak mendengar suara mobilmu" biasanya Greysa jika mendengar mobil suaminya tiba di rumah dia akan segera menyambut dengan membukakan pintu. Apa karena tadi Greysa di kamarnya lantai dua ya? Sehingga tidak kedengaran

"Ya, aku tadi bersama bang Arga. Mobil, papa yang pakai" lelaki itu mengusap surai hitam pekat milik Greysa dan merapikan anak rambut yang jatuh  berantakan di dahinya karena tertiup angin.

"Besok, bang Arga mengundang kita untuk makan malam di rumah nya. Sekalian tasyakuran atas kesembuhan si kembar" tangannya masih betah mengusap surai Greysa.

"Oh, ya. Baiklah. Aku juga sudah merindukan dua bocah menggemaskan itu. Dinda pasti repot ya mengurusi dua balita sekaligus. Coba saja jika sepupuku itu mau menitipkan salah satunya pada kita" Greysa tidak menyangka Dinda akan melahirkan anak kembar yang sangat menggemaskan. Dulu saja dia ngotot nolak bang Arga buat jadi suaminya. Eh,,, sekarang malah dapat Rania dan Tania, duo bocah embul lucu.

Kuasa Allah yang membolak-balikkan hati manusia. Sama seperti dirinya. Siapa sangka, sepupunya Dinda Kini begitu mencintai suami yang dulu katanya om-om.

Greysa tersadar saat lelaki itu memasangkan handset ke telinganya satu lagi di telinga lelaki itu.
Aakh ... ini kan lagu kesukaan Greysa, "sepanjang hidup"nya Maher Zain.

Mereka berdua kembali menikmati senja dengan tangan saling bertautan, ditemani lagu "sepanjang hidup"
Dari Maher Zain.

**********************
Aku bersyukur kau di sini kasih
Di kalbuku mengiringi
Dan padamu ingin ku sampaikan

Kau cahaya hati
Dulu ku palingkan diri dari cinta
Hingga kau hadir membasuh segalanya
Oh inilah janjiku kepadamu

Reff:
Sepanjang hidup bersamamu
Kesetiaanku tulus untukmu
Hingga akhir waktu kaulah cintaku cintaku
Sepanjang hidup seiring waktu
Aku bersyukur atas hadirmu
Kini dan selamanya aku milikmu

Yakini hatiku kau anugerah Sang Maha Rahim
Semoga Allah berkahi kita
Kekasih penguat jiwaku

Berdoa kau dan aku di Jannah
Ku temukan kekuatanku di sisimu
Kau hadir sempurnakan seluruh hidupku
Oh inilah janjiku kepadamu

Repeat reff

Yakini hatiku bersamamu ku sadari inilah cinta
Tiada ragu dengarkanlah
Kidung cintaku yang abadi. .....
 
Top