Oleh: Nelliya Azzahra(Pegiat Literasi dan Member AMK)

Negeri ini sedang tidak baik-baik saja. Baru beberapa waktu asap karhutla berlalu.
Ditambah kenaikan defisit BPJS yang mencekik.
Selanjutnya, kita dipertontonkan dengan kebrutalan aparat saat demo mahasiwa di beberapa kota di Indonesia. Bahkan, kebrutalan itu tidak hanya  melukai. Nyawa mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi mereka pun terenggut.
Tidak berhenti sampai disitu, yang tak kalah membuat hati teriris adalah peristiwa berdarah di Wamena, Papua.

Puluhan nyawa melayang dengan sia-sia. Puluhan terluka, ratusan rakyat terlantar disana.
Tapi dimana penguasa negeri ini? Tidakkah jiwa kepemimpinannya terpanggil atas semua yang peristiwa ini?

Lihatlah, rakyatmu menangis, menjerit dan darah telah tertumpah di Ibu pertiwi . Sosok itu, tidak juga bergegas mendekap rakyatnya.

Negeri ini sedang tidak baik-baik saja.
Bak kapal yang mulai oleng.
Terbukti sudah, Sistem buatan manusia gagal dalam segala aspek. Masihkah ingin melanjutkan kepemimpinan yang seperti ini? Mempertahankannya sama dengan menunggu kehancuran.

Lalu muncul pertanyaan, kalau sudah begini harus gimana lagi?
Hanya satu jawabannya, kembalilah pada Islam. Kembalilah pada Syari'at Islam. Hanya itu solusi satu-satunya. Apa jaminannya agar tidak gagal? Allah, Allah Swt jaminannya. Karena Dia lah Sang pembuat aturan itu. Allah itu Pencipta kita.
Ketika Allah Swt menciptkan manusia, itu seperangkat dengan aturan.

Tidak ada yang lebih tahu dan lebih memahami apa yang diciptakan kecuali Pencipta_Nya.
Sudahlah, campakkanlah semua hukum buatan manusia!
Tidak ada gunanya tambal sana tambal sini. Yang ada, semakin membawa kerusakan.

Biiznillah, semoga khilafah segera tegak di bumi Allah Swt ini. Hanya sistem Islam satu-satunya yang akan meyelamatkan seluruh negeri di muka bumi.
 
Top