Oleh :Aisyah (Member Akademik Menulis Kreatif)

Massa aksi pelajar penolak beragam RUU bermasalah yang didominasi anak STM, menghentikan serangannya terhadap kerumuman polisi di kawasan perlintasan kereta Stasiun Palmerah dekat DPR RI, Rabu (25/9/2019) saat azan Magrib berkumandang.[Rabu, 25 September 2019, Suara.com]

Sekilas melihat aksi yang dilakukan para remaja membuat hati terenyuh.  Terlebih ada yang mengingatkan ketika berkumandangnya adzan, sontak aksi itupun terdiam diantara kedua belah pihak. Bahkan ada pula para remaja yang mencium tangan sebagai rasa  hormat kepada orng yang lebih tua. Namun, benarkah semua yang mereka lakukan itu mencerminkan perilaku remaja pendobrak peradaban kelam.

Remaja dimana masa-masa mencari jati diri, suka mencoba hal baru dan mudah terbawa arus kebudayaan yang ada. Posisi strategis yang ampuh untuk para predator yang siap memangsa remaja yang bebas terbawa arus  neo liberalisasi. Tentu dengan rusaknya remaja maka rusaklah masa depan negarannya.

Sebagai remaja sangat penting berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Dalam aksi terlihat begitu semangat membara dalam menyalurkan aspirasi yang ada. Namun, adakah terbersit dibenak mereka bahwa berfikir sangatlah menentukan tindak tanduk yang benar.

Remaja sangat penting memahami 3 tahapan berpikir manusia, yakni berpikir biasa atau dangkal, mendalam dan cemerlang.[Syaikh Taqiyuddin an-nabhani ]

Berfikir bukan yang biasa, tidak hanya sekedar aktifitas rutin yang hewan pun melakukannya.

Jika remaja berfikir biasa atau dangkal merupakan taraf berfikir yang hanya mengetahui tampak pada pandangan mata. Kecendrungan remaja yang berfikir seperti ini biasanya mengetahui kondisi negaranya sedang bermasalah sehingga para remaja cenderung diam atau menerima kondisi yang ada tanpa melakukan tindakan yang nyata dalam melakukan perubahan yang ada.

Sementara berfikir dalam yakni mengetahui isi apa yang ada didalamnya dan tidak hanya sekedar mencukupkan dengan melihat fakta. Dalam hal ini remaja yang bertindak dengan berfikir dalam,  beranggapan bahwa fakta yang ada jelas menimbulkan kerusakan yang semakin parah dan mereka merasakan imbas yang ada. Sehingga dorongan untuk melakukan perubahan cenderung terbawa arus yang ada. Tanpa mengetahui bagaimana langkah yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan yang timbul di negara ini.

Maka disinilah penting para remaja Berfikir cemerlang. Sehingga tidak hanya mengetahui fakta dan isi permasalahan yang ada. Tapi sampai pada hakekat penciptaan, bahwa Sang Pencipta tidak sekedar menciptakan segala makhluk_Nya, namun lengkap memberikan aturan. Dengan aturan_Nya segala permasalahan akan sirna. Termasuk apa yang mendera negeri tercinta.

Langkah yang mereka tempuh bukan hanya reformasi namun revolusi tanpa berdarah - darah. Sebagaimana secara historis telah terbukti, negara Islam di Madinah yang membawa keberkahan dari langit dan bumi. Hingga 2/3 dunia dikuasai selama 1.300 tahun lamanya. Revolusi dengan berfikir tinggi yakni berfikir cemerlang tidak akan membawa kepada kudeta dan rakyat menjadi korbannya. Memahami bahwa langkah perubahan harus diperoleh dengan tuntunan yang jelas yakni Al Qur'an dan Sunnah. Maka harapannya sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan.

Untuk itu perlu diperhatikan beberapa step bagi remaja yang menginginkan berfikir tinggi. Remaja haruslah berusaha jika menginginkan perubahan lebih baik, baik itu untuk dirinya bahkan negarannya. Sebagaimana firman Allah SWT

خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Step berikutnya, carilah teman akrab yang bisa membersamai dalam kebaikan. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw:

"Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628).

Step ke-3 istiqamah dalam mengkaji Islam. Mendapatkan ilmunya dan tak lupa mengamalkan hingga menyampaikan. Dengannya bekal akhirat akan ia peroleh dengan keridhaan_Nya.

Terakhir, teruslah mengingat kematian. Jika iman melemah, sadarilah kematian yg kapanpun siap menjemput. Sehingga tak menyisakan ruang kemaksiatan. Jadilah remaja-remaja yang tangguh, memiliki kepribadian islami. Yang siap terdepan dalam melakukan perubahan sesuai tutunan_Nya.


Wallahu a'lam bi ashshawab.
 
Top