Oleh: Nelliya Azzahra
(Penulis dan Aktivis Dakwah)



Anak adalah amanah yang Allah titipkan kepada setiap orang tua yang dikehendaki_Nya.

Memiliki anak juga merupakan suatu keinginan dan suatu kebahagiaan bagi pasangan suami istri. Dimana diketahui, bahwa salah satu tujuan menikah adalah untuk melestarikan keturunan.

Apa lagi jika memiliki anak yang solih dan shalihah. Orang tua mana yang tak mendamba memiliki permata hati seperti itu. Namun, adanya anak yang solih dan shalihah bukanlah tanpa usaha. Orang tua paham betul bahwa anak seperti kertas putih yang tergantung bagaimana tangan mereka memolesnya.
Rasulullah Saw. bersabda:

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ

“Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah, maka kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.” (HR. al-Baihaqi dan ath-Thabrani).

Sebagai orang tua, peran kitalah yang akan menentukan bagaimana kelak ananda dimasa depan. Berdoa kepada Allah minta untuk kita menjadi orang tua yang solih dan shalihah dulu. Baru selanjutnya doa yang sama untuk ananda.

Jangan memaksa ananda untuk menjadi solih dan shalihah, sementara kedua orangtua jauh dari kategori itu.
Bersama belajar dalam membersamai mereka. Mereka adalah peniru ulung.  Perkataan dan perbuatan, mereka akan lebih banyak meniru perbuatan. Jadi jangan salahkan ananda bila mereka merupakan imitasi dari kedua orangtuanya.

Kesabaran dan keikhlasan jelas sangat diperlukan dalam setiap usaha membentuk mereka. Ingatlah, usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Siapa yang menanam, insyaallah dia akan memanen hasil.

Wallahu a'lam bish shawab.

#AMK
 
Top