By Nelliya Azzahra
(Novelis)

Hasad adalah merasa tidak suka dengan nikmat yang telah Allah berikan kepada orang lain.
Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah. Beliau menegaskan bahwa definisi hasad adalah merasa tidak suka dengan nikmat yang Allah berikan kepada orang lain.
Termasuk kepada kategori penyakit hati. Dimana jika dalam hatinya terdapat hasad maka akan membawa kesengsaraan tiada henti.

Setiap kali ia melihat Allah menambahkan kenikmatan kepada orang lain dadanya sesak. Rasa tidak suka semakin menjadi-jadi. Hatinya gelisah penuh kebencian. Ada saja yang salah dimatanya. Padahal itu hanya akan membuat hati kian terluka.

Hasad itu akan melahap kebaikan seseorang sebagaimana api melahap kayu bakar yang kering karena biasanya orang yang hasad itu akan melanggar hak-hak orang yang tidak dia sukai dengan menyebutkan kejelekan-kejelekannya, berupaya agar orang lain membencinya, merendahkan martabatnya dan lainnya. Ini semua adalah dosa yang bisa melahap habis berbagai kebaikan yang ada.

Hasad bertolak belakang dengan iman yang sempurna. Rasulullah Saw. bersabda,

“Kalian tidak akan beriman hingga menginginkan untuk saudaranya hal-hal yang dia inginkan untuk dirinya sendiri.” (HR Bukhari dan Muslim). Jika kita menginginkan kebaikan untuk diri sendiri, semestinya pun kita menginginkan hal yang sama terjadi kepada saudara kita. Bukan sebaliknya. Semoga Allah jauhkan kita dari hasad.
padahal Allah ta’ala berfirman,

وَلا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi Para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. an Nisa’: 32).

Wallahu a'lam bishshawab.

#AMK
#Novelis
 
Top