MEMPERINGATI HARI PUISI

 Oleh: Megawaty S 

Manusia lahir dari ketidakberdayaan
bergulir waktu bertambah segala rasa
tertuang dalam ragam warna

Tangan perkasa  membentuk ketidakberdayaan jadi bermakna
di setiap waktu, tak lekang dimakan usia
tak lelah berkejaran dengn waktu tuk menyambung nyawa

Kini manusia telah dapat mengolah hati berubah menjadi tanda Tanda tanda yang ambigu yang lahir dari keadaan
; saatnya manusia menentukan pilihan jalan yang dilalui
salah memilih, kelak kan merasa tersiksa

Kehidupan fatamorgana butakan raga raga. Di setiap sudut terpapar kepalsuan. Kenikmatan menggiurkan rasa

Rasa membelenggu lingkaran semu. Perlahan membias dikeningan malam jadi serpihan debu

Jika saat itu belum tiba, napas masih dikandung badan
berlombalah menimbun segala amal
agar Nur menemani di kediaman abad

Masihkah engkau berpaling dari-Nya

Jambi, 22032020.
 
Top