• By: Nelliya Azzahra


Bicara tentang perempuan, pasti tidak terlepas dengan keunikan serta kasih sayang dan kelemah-lembutan yang melekat pada diri mereka. Bagai paket lengkap yang tak perpisahkan.

Terlahir sebagai seorang perempuan justru amat saya syukuri. Dengan begitu saya bisa merasakan rasanya mengandung, melahirkan, mendidik dan membersamai anak-anak 24 jam.
Terlahir sebagai perempuan merupakan qadha Allah yang tidak patut dicela.
Allah sebaik-baik Pencipta.
Jangan menyalahi qadha Allah dengan mengubah ciptaan-Nya. Yang laki-laki merubah diri jadi perempuan, begitu pula sebaliknya.
Membayangkannya saja geli.

So, bersyukur ajalah, ya.
Menikmati peran masing-masing. Toh, pada akhirnya tubuh yang kita miliki ini tidak dihisab Allah. Kecuali, perbuatannya.
Lagipula, Islam memuliakan perempuan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sering mengingatkan dengan sabda-sabdanya agar umat Islam menghargai dan memuliakan kaum perempuan. Di antara sabda Rasulullah:

 اِسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

 “Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.” (HR Muslim).

Dr. Abdul Qadir Syaibah berkata, “Begitulah kemudian dalam undang-undang Islam, wanita dihormati, tidak boleh diwariskan, tidak halal ditahan dengan paksa, kaum laki-laki diperintah untuk berbuat baik kepada mereka, para suami dituntut untuk memperlakukan mereka dengan makruf serta sabar dengan akhlak mereka.” (Huqûq al Mar`ah fi al Islâm: 10-11).

Begitu, jadi banyakin bersyukur jangan kufur.
Insyaallah, kita perempuan yang sudah dimuliakan oleh Islam, jangan pula menghinakan diri sendiri. Dengan menanggalkan identitas kita sebagai muslimah.
Jadilah perempuan yang mampu menjaga izzah, dan iffah.

Perempuan yang memberikan kontribusinya untuk kejayaan Islam.
Menjadi sebaik-baik manusia, karena memberikan banyak manfaat.

Wallahu a'lam bishshawab.

#AkademiMenulisKreatif
 
Top